Mengejar Mimpi
Saat ini saya sedang bersemangat untuk meraih mimpi melanjutkan kuliah magister di luar negeri. Muluk saya bermimpi tapi bukan tidak mungkin saya akan meraihnya. Karena saya percaya jika bersungguh-sungguh maka pasti bisa, energi positif itu akan terus mengalir, mengobarkan semangat hingga mimpi itu teraih.
Yale university jadi pilihan utama daftar universitas yang saya minati, dengan jurusan biostatistic. Jadi untuk meraihnya, saya tidak akan main-main. Bulan Juni, saya akan break dari segala aktifitas, fokus saya hanya belajar, namun jika dalam 1 bulan masih kurang maka setelah lebaran saya akan kembali fokus belajar. Saya tidak peduli dengan berapa biaya yang harus saya keluarkan, termasuk pekerjaan yang saya korbankan demi mimpi saya. Harapan saya hanya satu yaitu, Allah ridho dengan apa yang saya lakukan.
Kejar beasiswa, kejar, salah satu caranya adalah searching, bertanya, kemudian action. Semoga aja semangat saya terus terjaga hingga akhirnya mimpi itu terwujud.
Lalu apa yang saya lakukan sebelum bulan juni tiba? Tetap belajar, karena minat saya mengambil bisotatistik maka saya harus mendalami biostatistik. Caranya adalah membaca, praktek, dan bertanya (dosen atau teman). Saya pun harus berterimakasih kepada seseorang karena berkat kerjasama dengannya hal ini bisa terjadi.
Apakah hanya Yale university yang jadi sasaran? Fokus utama ya tapi bukan berarti saya tidak punya daftar universitas lain. Selain universitas di Amerika, universitas di Belanda juga menjadi sasaran saya.
Hal sederhana apa yang sudah saya lakukan untuk ini semua? Hal sederhana namun penting adalah punya paspor, dan saya sudah mengurusnya. Semoga aja sebelum bulan juni, segala urusan surat atau kartu telah selesai.
Ayo bangun mimpi, kalau tahun ini saya belum bisa melanjutkan kuliah, saya harus bersabar untuk tahun depan dan pengorbanan saya harus 2 kali atau bahkan lebih dari saat ini.
Mohon doanya. Terima kasih

